
Korban diketahui bernama EM, yang selama ini tinggal seorang diri di rumah tersebut.

Penemuan ini bermula ketika Wawan (45), seorang tetangga korban, merasa curiga karena tidak ada respons saat mencoba memanggil EM.
Wawan kemudian mengajak Subaui (56) untuk bersama-sama memeriksa keadaan korban di dalam rumah.

“Saya curiga karena sudah saya panggil berkali-kali tidak ada jawaban. Akhirnya saya mengajak Pak Subaui untuk masuk ke dalam,” ujar Wawan kepada wartawan di lokasi kejadian.
Keduanya kemudian mendapati EM sudah tergeletak di lantai WC dalam kondisi tidak bernyawa.

“Kami sangat terkejut melihat korban sudah tergeletak di WC,” timpal Subaui.
Kapolres Ogan Komering Ilir, AKBP Eko Rubiyanto, SH., SIK., MH, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan anggota untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami telah menurunkan personel untuk melakukan pengecekan di lokasi dan mengumpulkan keterangan dari para saksi,” tegas Kapolres saat memberikan keterangan pers di lokasi kejadian.
Meskipun dugaan awal mengarah pada kecelakaan terpeleset di kamar mandi, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya tidak akan gegabah dalam mengambil kesimpulan.
“Dugaan sementara memang terpeleset, tapi kami tetap akan melakukan penyelidikan medis dan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab kematian korban secara objektif,” jelasnya.
AKBP Eko Rubiyanto juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami meminta warga untuk tidak berspekulasi dan mempercayakan proses investigasi kepada pihak kepolisian,” tutupnya.
Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Masyarakat diimbau untuk memberikan informasi yang relevan jika memiliki petunjuk terkait kejadian ini. (*/Lisin)












