

Acara ini menghasilkan kesepakatan besar untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan wartawan di Indonesia melalui penyelenggaraan uji kompetensi berstandar serta pembukaan akses pendidikan tinggi.

Penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tahun 2026 akan dilaksanakan SWI dengan dukungan penuh dari tim penguji profesional dari LUKW UMJ.
Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di empat wilayah strategis: Lampung dengan 32 peserta yang telah terdaftar secara resmi, Palembang untuk wilayah Provinsi Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Jakarta untuk wilayah Jabodetabek.
Pelaksanaan akan dilakukan segera setelah Musyawarah Nasional (Munas) SWI berakhir.
“Alhamdulillah, pertemuan ini mendapatkan sambutan yang sangat hangat dari pihak LUKW, Dekan FISIP, Kepala Program Studi, dan seluruh tim administrasi. Kami telah menyepakati kerjasama komprehensif untuk pelaksanaan UKW SWI tahun 2026, dengan komitmen mutlak untuk menjaga standar kompetensi yang tinggi dan proses yang transparan,” jelas Pejabat Luar Biasa (Plt.) Ketua Umum sekaligus Sekretaris Jenderal SWI, Herry Budiman.
Selain UKW, kerja sama ini juga meliputi bidang pendidikan.
Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UMJ membuka kesempatan pendidikan bagi seluruh anggota SWI untuk mengikuti program Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2) Ilmu Komunikasi.
“Kerjasama kami tidak akan terbatas pada penyelenggaraan uji kompetensi semata. Kami akan menyusun Memorandum of Agreement (MoA) secara resmi untuk mengikat kerja sama pendidikan ini, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh komunitas wartawan di tanah air,” tegas Prof. Dr. Evi Satispi.
Direktur LUKW UMJ sekaligus Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi FISIP Dr. Tria Patrianti, S.Sos, M.I.Kom., menyambut baik rencana pelaksanaan UKW SWI.
LUKW UMJ telah memiliki tujuh orang penguji berpengalaman yang setiap tahunnya konsisten menjadi mitra utama untuk penyelenggaraan UKW se-Indonesia.
“Kami siap mendukung penuh dengan tenaga ahli yang telah terverifikasi. Rencana Anggaran Biaya (RAB) akan disusun dengan sistem flat rate untuk setiap kelompok 30 peserta, sehingga proses administrasi dan pelaksanaan dapat berjalan dengan efisien dan terjangkau,” ungkap Dr. Tria Patrianti.

Kolaborasi ini sejalan dengan Visi SWI untuk mewujudkan generasi wartawan yang profesional, kompeten, dan sejahtera.
Kombinasi antara uji kompetensi yang berstandar nasional dan akses pendidikan tinggi yang terbuka lebar menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam membangun ekosistem wartawan yang berkualitas dan berperan aktif dalam kemajuan bangsa. (**)
024/HUM-DPP/SWI/I/2026











