
Ketua SWI Aceh Singkil, Yudi Sagala, menyampaikan apresiasi tersebut pada hari Sabtu kemarin, menekankan bahwa bantuan tersebut memiliki sifat membangun untuk kemajuan daerah.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, dan PJ. Sekretaris Daerah atas penganggaran ini, walaupun nominal untuk biaya klipingan berita tahun 2025 masih minim dan terbatas,” ungkapnya.
Yudi mengusulkan agar pada tahun 2026 mendatang, nilai bantuan dapat ditingkatkan agar sesuai dengan karya jurnalistik yang dihasilkan.
“Kami usulkan minimal setengah harga SPPD ASN dalam daerah. Jika SPPDnya Rp 150 ribu, maka bantuan klipingan bisa ditetapkan Rp 75 ribu,” jelasnya.
Selain itu, SWI juga meminta Pemkab untuk memplotkan biaya pembuatan iklan ucapan selamat pada hari-hari besar nasional, keagamaan, dan peristiwa menarik lainnya.
“Pengelolaan dana kemitraan dengan insan pers sebaiknya difokuskan di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), karena jika di Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah (Prokofim) bisa bentrok dengan kegiatan protokoler,” katanya.
Yudi menekankan bahwa profesi wartawan berperan sebagai kontrol sosial pemerintahan dan masyarakat.
“Saran dan kritik dalam publikasi adalah wajar sebagai pengingat, asalkan berdasarkan fakta dan jauh dari hoaks. Janganlah menjadi alergi, karena semuanya untuk kebaikan pembangunan Aceh Singkil,” tegasnya.
Sebagai langkah mempererat komunikasi, SWI mengusulkan pertemuan atau “ngopi bareng” sebulan sekali antara pimpinan daerah dan rekan media untuk berdiskusi tentang kemajuan pembangunan dan isu-isu sentral lainnya. (***)









