
Acara tersebut menghadirkan praktisi neuroparenting dan pendakwah ternama, dr Aisah Dahlan, CMHt., CM.NLP, yang menyampaikan pemahaman mendalam tentang membangun keluarga kuat melalui pendekatan ilmu otak.

Kegiatan diikuti oleh lebih dari seribu peserta dari Kabupaten OKI, Ogan Ilir, OKU Timur, dan Kota Palembang. dr Aisah Dahlan membawakan materi tausiyah dengan fokus pada neuroparenting skill, yang mengulas perbedaan struktur serta mekanisme kerja otak laki-laki dan perempuan beserta dampaknya pada dinamika rumah tangga.
Menurut dr Aisah, sebagian besar permasalahan dalam rumah tangga tidak berasal dari kurangnya rasa cinta, melainkan dari keterbatasan pemahaman terhadap perbedaan pasangan.
“Dalam banyak kasus, masalah rumah tangga bukan soal kurangnya cinta, tetapi kurangnya ilmu untuk memahami cara kerja otak pasangan. Laki-laki dan perempuan memiliki fokus serta prioritas yang berbeda. Dengan saling memahami, konflik dapat dikelola dengan lebih efektif,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya empati dan penerimaan untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Setiap pasangan memiliki kebutuhan emosional yang berbeda dalam menghadapi persoalan.

“Suami perlu memahami bahwa istri membutuhkan koneksi emosional sebelum mencari solusi, sementara istri perlu menghargai ruang yang dibutuhkan suami untuk memproses masalah. Saling memahami inilah yang menjadikan rumah tangga sebagai tempat yang nyaman bagi seluruh anggota keluarga,” tambahnya.
“Pemerintah daerah meyakini bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan infrastruktur. Keluarga yang kuat dan harmonis adalah kunci utama untuk menghasilkan sumber daya manusia berkualitas,” ucapnya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan akhir tahun sebagai momentum refleksi dan evaluasi kehidupan berkeluarga.
“Mari kita manfaatkan akhir tahun ini untuk mengevaluasi diri, memperbaiki komunikasi dalam keluarga, serta memperkuat peran suami, istri, dan orang tua dalam mendidik anak,” pungkasnya.
Selain itu, Pemkab OKI juga menyerahkan Baznas Award sebagai bentuk apresiasi kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam penguatan peran zakat dan kegiatan sosial keagamaan di Kabupaten OKI.
Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong ketahanan keluarga sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Seperti yang telah disampaikan pada awal acara, upaya penguatan keluarga menjadi prioritas Pemkab OKI untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera secara menyeluruh – sebuah tujuan yang semakin dekat diraih melalui edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak seperti yang terwujud dalam kegiatan ini. (*/Lisin)









