
Acara yang dimulai pukul 09.30 WIB dan berakhir pukul 11.30 WIB menghasilkan kesepakatan bersama, menjadikan solusi damai sebagai prioritas utama untuk menjaga stabilitas wilayah dan keharmonisan antarwarga.

Permasalahan muncul setelah laporan dari masyarakat pengemin dan nelayan mengenai dampak gulma air yang mengganggu aktivitas perikanan.
Melalui forum yang diinisiasi oleh Kodim 0402/OKI–OI, berbagai pihak terkait berkumpul untuk mencari resolusi terbaik.
Peserta yang hadir meliputi Kasdim 0402/OKI Mayor CKE Jauhari, Danramil 402-02/Pedamaran Kapten Inf Jepri Gunawan, Dan Unit Intel Dim 0402/OKI Lettu Kav Adam, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten OKI, para kepala desa setempat, mitra cetak sawah, konsultan pengawas, pengemin Lebak Lebung, serta perwakilan masyarakat nelayan.
Dalam musyawarah yang berjalan tertib, seluruh pihak menyepakati penyelesaian masalah secara kolektif.
Pelapor menyatakan komitmen untuk mencabut video yang sebelumnya beredar di media sosial, karena kontennya tidak sesuai dengan kondisi aktual.

“Kami hadir untuk memfasilitasi dan menjembatani permasalahan masyarakat agar diselesaikan secara damai dan kekeluargaan. Alhamdulillah, melalui musyawarah ini tercapai kesepakatan bersama sehingga tidak berkembang menjadi konflik,” ujar Mayor CKE Jauhari dalam keterangannya.
Kasdim juga mengapresiasi sikap masyarakat yang mengedepankan nilai kebersamaan dan gotong royong.

“Kami berharap masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan tetap menjaga komunikasi yang baik. Kodim akan terus mendukung upaya positif demi terciptanya situasi wilayah yang kondusif,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut konkret, masyarakat bersama para pengemin sepakat untuk melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan gulma air, dengan dukungan penuh dari mitra cetak sawah.
Pelapor juga akan melakukan klarifikasi resmi kepada media online untuk menyampaikan bahwa permasalahan telah diselesaikan secara damai dan menyeluruh.

Kegiatan ini mencerminkan sinergi yang kuat antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menangani permasalahan lokal.
Seperti yang diharapkan dari awal, upaya kolaboratif ini tidak hanya menyelesaikan masalah pada tataran individu, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan stabilitas wilayah untuk kemajuan bersama. (*/Lisin)











