
News Oke Gas (OKI) – Ruas jalan penghubung Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, yang selama puluhan tahun menjadi momok lumpur dan kendala mobilitas serta ekonomi warga, kini berangsur berubah wajah menjadi mulus dengan pengecoran beton dan pengeaspalan, meskipun belum sepenuhnya rampung.
Perubahan ini terwujud berkat dukungan anggaran dan komitmen pemerintah provinsi dan kabupaten, memberikan harapan baru bagi ribuan warga.

Ruas jalan Lebung Batang–Lebung Itam dan Lebung Itam–Tulung Selapan sempat viral di media sosial akibat kerusakan parah, yang menyulitkan aktivitas perdagangan dan perjalanan.
Warga menceritakan pengalaman pahit, seperti Erni, warga Tulung Selapan Ilir, yang pernah membutuhkan waktu 12 jam untuk perjalanan ke Palembang (berangkat jam 7 pagi, tiba jam 10 malam).
“Sampai Palembang, toko sudah tutup, akhirnya pulang sia-sia dan rugi ongkos,” ujarnya.

Nurhaya (54), pedagang di Pasar Tulung Selapan, juga merasakan kerugian yang tidak terhitung.
“Kendaraan pengangkut barang kerap terjebak, bahkan pernah harus membuang satu tangki air minum isi ulang karena mobil tidak bisa lewat,” katanya.

Pada 2025, pemerintah daerah mengalokasikan Rp 66 miliar dari APBD Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten OKI untuk memperbaiki tujuh titik ruas jalan yang menghubungkan empat kecamatan di pesisir timur OKI: SP Padang, Pampangan, Pangkalan Lampam, dan Tulung Selapan.
Selain itu, Pemerintah Provinsi juga memberikan Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) sebesar Rp 371 miliar untuk pembangunan infrastruktur di OKI.
“Keluhan masyarakat OKI terkait Jalan Tulung Selapan kita tindak lanjuti. Ruas-ruas jalan di OKI diperhatikan agar manfaat pembangunan merata,” katanya saat melakukan perjalanan darat bersama Bupati OKI H. Muchendi dari Palembang ke Tulung Selapan.

Ia menambahkan, “OKI akan kesulitan membangun tanpa bantuan karena wilayah luas dan anggaran terbatas.”
Bupati OKI H. Muchendi mengucapkan terima kasih atas dukungan tersebut.
“Jalan ini sudah lama menjadi impian warga. Tanpa bantuan, belum tentu mereka menikmati jalan layak di akhir 2025,” ujarnya.
Kini, waktu tempuh ke Palembang menyusut menjadi 3-4 jam.
“Alhamdulillah, banyak perubahan meskipun belum semuanya rampung,” ujar Nurhaya dengan senyum.
Dari kubangan lumpur yang menghambat, Jalan Tulung Selapan kini menjadi simbol harapan dan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
Perbaikan ini diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemudahan mobilitas di wilayah pesisir timur OKI. (*/Lisin)











