
Serah-terima dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKI pada Kamis (15/1/2026), sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam menekan beban masyarakat terdampak musibah.


Bantuan tersebut diserahkan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB RI, Dra. Andi Eviana, M.Si, didampingi Staf Deputi Ronald Ilyas.
Dalam acara yang sama, hadir Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan Sudirman SKM., M.Si beserta Kepala Seksi Penanganan Pengungsi BPBD Provinsi Sumatera Selatan Febri Haryadi, SAP. M.Si.
“Kami bawa amanah untuk memastikan masyarakat terdampak banjir OKI mendapatkan dukungan logistik yang layak. Kecepatan distribusi menjadi kunci utama agar beban warga dapat segera teratasi,” tegas Andi Eviana.
Paket bantuan mencakup dua set perahu karet lengkap dengan mesin 25 PK untuk mendukung evakuasi di titik-titik sulit dijangkau.
“Peralatan taktis yang kami serahkan diharapkan memperkuat armada BPBD OKI dalam menjalankan operasional evakuasi di lapangan,” tambah Andi Eviana.
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menyampaikan apresiasi penuh terhadap respons cepat dan dukungan nyata dari BNPB.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat OKI, kami ucapkan terima kasih. Bantuan senilai lebih dari Rp395 juta ini sangat berarti bagi warga yang tengah berjuang menghadapi banjir,” ucapnya.
Pemerintah daerah OKI juga telah melakukan langkah antisipatif dengan menyalurkan bantuan darurat ke empat kecamatan terdampak, yaitu Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji, dan Air Sugihan.
Per tanggal 15 Januari 2026, total bantuan yang disalurkan meliputi 514 paket sembako, 30 unit tenda gulung, 30 paket family kit, 32 paket kids ware, 30 paket sandang anak, 30 paket sandang dewasa, 30 selimut, 40 unit kasur, dan 80 paket makanan anak.
Tak hanya fokus pada kebutuhan darurat, pemerintah daerah juga menyiapkan dan menyalurkan bantuan benih pertanian untuk petani terdampak sebagai langkah strategis pemulihan ekonomi dan percepatan masa tanam pascabanjir.

“Kami pastikan seluruh bantuan, baik dari pusat maupun daerah, disalurkan secara transparan dan tepat sasaran. Tujuan tidak hanya untuk mengatasi kebutuhan mendadak, tetapi juga membantu petani segera bangkit dan kembali berproduksi,” tegas Muchendi.
Sejalan dengan komitmen penanganan bencana yang terpadu, langkah sinergis antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu membawa dampak maksimal bagi pemulihan kondisi masyarakat OKI pascabanjir, sekaligus memperkuat sistem tanggap bencana di wilayah tersebut. (*/Lisin)












