Banjir Tinggi Sejak 2 Dekade Lalu Gulung OKI, Bupati Tinjau Lapangan dan Jamin Kebutuhan Warga Terpenuhi

oleh -206 Dilihat
oleh
Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki, SE., M.Si., bersama Ketua Dekranasda sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten OKI Ny. Hj. Ike Meilina Muchendi, SE., M.Si., dan Ketua GOW OKI Ny. Diyem Wahyuni Supriyanto, melakukan kunjungan ke pengungsian banjir untuk memberikan dukungan langsung kepada warga terdampak, khususnya kelompok lansia. Kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan organisasi perempuan dalam memastikan setiap lapisan masyarakat mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabanjir.|Lisin, News Oke Gas
400x100
Spread the love
News Oke Gas (OKI) – Banjir dengan ketinggian belum terjadi selama dua dekade melanda Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dengan Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya sebagai wilayah terdampak utama.

Bupati OKI H. Muchendi bersama Ketua TP PKK Ike Muchendi melakukan tinjauan langsung ke sejumlah desa terdampak pada Selasa (13/1/2026), guna memastikan kondisi warga dan mempercepat langkah-langkah pemulihan pascabanjir.

banner 336x280

Peninjauan dimulai dari Desa Mukti Sari, Kecamatan Lempuing, di mana akses jalan masih tergenang air hingga ketinggian pinggang orang dewasa.

Di lokasi ini, Bupati menyerahkan bantuan sembako dan menyapa warga secara langsung dari rumah ke rumah yang terdampak.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke lokasi pengungsian di SD Negeri 1 Lubuk Makmur, Kecamatan Lempuing.

Sebelumnya, sekitar 70 kepala keluarga (KK) dievakuasi ke sekolah tersebut.

Seiring air yang mulai surut, sebagian warga telah kembali ke rumah, namun sekitar 30 KK masih bertahan di pengungsian—didominasi oleh lansia, perempuan, dan anak-anak.

Kehadiran Bupati, Ketua TP PKK, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah disambut antusias oleh para pengungsi.

Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai keluhan dan kebutuhan, terutama terkait layanan kesehatan dan pasokan logistik selama berada di pengungsian.

Dalam dialog langsung dengan warga, Muchendi menjelaskan bahwa banjir kali ini merupakan bagian dari siklus alam yang jarang terjadi, dengan ketinggian serupa terakhir kali dialami sekitar dua dekade yang lalu.

“Setiap tahun masyarakat memang terbiasa menghadapi banjir, tetapi yang setinggi ini terakhir terjadi sekitar 20 tahun lalu,” ujar Muchendi.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih, dengan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa tanggap darurat.

“Kami hadir untuk membantu dan mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Mudah-mudahan air segera surut dan aktivitas sehari-hari bisa kembali normal,” katanya.

Bupati juga menekankan pentingnya pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, khususnya kelompok rentan seperti bayi, balita, lansia, serta ibu hamil dan menyusui.

Ia meminta tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan maksimal di lokasi pengungsian, dengan menjamin biaya pengobatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Kalau ada yang sakit, silakan segera berobat. Biaya pengobatan sudah ditanggung pemerintah melalui JKN,” tegasnya.

Ketua Dekranasda sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten OKI Ny. Hj. Ike Meilina Muchendi, SE., M.Si., bersama Ketua GOW OKI Ny. Diyem Wahyuni Supriyanto, memberikan perhatian khusus kepada warga terdampak banjir yang berada di pengungsian, salah satunya seorang ibu menyusui dan bayinya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kelompok rentan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan, mulai dari layanan kesehatan hingga kesejahteraan selama masa tanggap darurat pascabanjir.|Lisin, News Oke Gas

Terkait kebutuhan logistik, Muchendi memastikan pasokan sembako bagi warga di pengungsian tetap tercukupi. Pemerintah Kabupaten OKI akan bekerja secara cepat dan terkoordinasi dalam menangani seluruh dampak banjir.

“Kami mengajak masyarakat tetap bersabar dan saling menguatkan. Jika ada kebutuhan tambahan, silakan sampaikan melalui kepala desa atau camat agar segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Untuk mengatasi sawah yang terancam gagal panen, Muchendi menyatakan pemerintah telah menyiapkan bantuan benih padi agar petani bisa segera menanam kembali setelah lahan mengering.

Larso (60), salah seorang pengungsi, mengungkapkan bahwa air mulai naik sejak Kamis pagi lalu.

Warga berupaya menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi sebelum akhirnya dievakuasi ke bangunan sekolah, dengan sebagian kepala keluarga tetap berjaga di rumah.

“Masih sempat menyelamatkan beberapa barang penting. Setelah itu kami diajak Kepala Desa ke sini,” kata Larso.

Siti Aminah (45), pengungsi lainnya, mengaku bersyukur mendapatkan tempat evakuasi yang aman meski harus berbagi ruang dengan warga lain.

Ia berharap air segera surut agar bisa kembali merapikan rumah yang terendam dan semua fasilitasnya basah kuyup.

“Di sini alhamdulillah aman, makanan juga tercukupi, tetapi tentu kami ingin cepat pulang ke rumah,” ujarnya.

Yanto (58), pengungsi dari desa yang sama, berharap pemerintah membantu memperbaiki fasilitas umum setelah banjir surut, mengingat banyak rumah ibadah dan lahan pertanian yang tergenang dan rusak.

“Kalau air sudah surut, kami harap jalan desa dan lahan pertanian bisa segera diperbaiki. Banyak tanaman yang terendam dan tidak bisa dipanen,” katanya.

Dengan berbagai langkah penanganan dan dukungan yang diberikan, pemerintah daerah berkomitmen untuk memulihkan kondisi masyarakat dan sektor produktif di OKI—sejalan dengan tujuan awal tinjauan lapangan yang bertumpu pada perhatian penuh terhadap kesejahteraan warga terdampak. (*/Lisin)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.