Banjir Menggenangi Empat Kecamatan di OKI, Ribuan Warga Terdampak dan Ribuan Hektare Sawah Terendam

oleh -274 Dilihat
oleh
TIM PENYALUR BANTUAN GESER PAKET LOGISTIK UNTUK WARGA TERDAMPAK BANJIR OKI Petugas dan relawan bersama-sama menurunkan paket bantuan logistik dari kendaraan di lokasi penyaluran di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Bantuan yang terdiri dari kebutuhan pokok dan perlengkapan harian ini disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak banjir dalam menjalankan aktivitas sehari-hari selama masa pemulihan.|Lisin, News Oke Gas
400x100
Spread the love
News Oke Gas (OKI) – Hujan deras yang melanda Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mulai malam Jum’at (9 Januari 2026), telah memicu banjir yang mengganggu kehidupan ribuan warga di empat kecamatan, yaitu Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji, dan Air Sugihan.

Curah hujan tinggi yang berlangsung berhari-hari, ditambah aliran air dari wilayah hulu serta luapan dari Bendungan Over Komering di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, menyebabkan debit sungai meluap hingga merendam permukiman, lahan pertanian, dan fasilitas umum.

banner 336x280
BUPATI DAN WAKIL BUPATI OKI TURUN KE LAPANGAN PERIKSA KONDISI TERDAMPAK BANJIR
Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki, SE., M.Si didampingi Wakil Bupati OKI Supriyanto, SH bersama tim gabungan melakukan peninjauan langsung lokasi banjir yang mengguyur sejumlah kecamatan di OKI. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga serta memastikan bantuan dan penanganan darurat berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.|Lisin, News Oke Gas

Pemicu Banjir: Kombinasi Hujan Lokal dan Aliran Air dari Hulu

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Listiadi Martin, menjelaskan bahwa faktor pemicu banjir tidak hanya berasal dari hujan lokal.

Aliran air dari wilayah hulu dan pembukaan pintu air Bendungan Over Komering menjadi bagian penting yang mempercepat kenaikan debit air di wilayah OKI.

“Sekitar dua hingga tiga jam setelah pintu air Bendungan Over Komering dibuka, air mulai menggenangi Kecamatan Lempuing dan kemudian meluas ke Kecamatan Lempuing Jaya,” ujar Listiadi.

Ribuan Warga Terdampak, Dua Kecamatan Jadi Titik Terparah

Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya menjadi wilayah yang paling parah terdampak.

Di Kecamatan Lempuing, banjir merendam 10 desa dengan total 1.774 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan Desa Tebing Suluh sebagai lokasi kondisi terberat.

Selain permukiman, sekitar 1.540 hektare sawah dan 545 hektare kebun juga tergenang air.

Sementara itu, di Kecamatan Lempuing Jaya, 10 desa terdampak dengan jumlah warga mencapai 1.616 KK. Sebanyak 57 KK harus dievakuasi ke SD Negeri 1 Sumber Makmur akibat genangan air yang terus meningkat.

Di Kecamatan Mesuji, tiga desa tercatat terdampak dengan 192 KK terkena dampak banjir.

BUPATI DAN WAKIL BUPATI OKI SERAP KELUHAN DAN KEBUTUHAN WARGA TERDAMPAK BANJIR
Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki, SE., M.Si didampingi Wakil Bupati OKI Supriyanto, SH melakukan temu langsung dengan warga terdampak banjir di wilayah yang tergenang. Kegiatan ini bertujuan untuk mendengar langsung kondisi yang dialami masyarakat serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak agar penanganan dan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.|Lisin, News Oke Gas

Pemerintah Langsung Turun Tangan: Evakuasi dan Bantuan Disalurkan

Pemerintah Kabupaten OKI bersama BPBD, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) segera melakukan evakuasi warga di titik rawan serta mendirikan posko tanggap darurat.

“Bersama Wakil Bupati dan dibantu TNI-Polri, kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan keselamatan warga serta menyalurkan bantuan,” ungkap Listiadi.

Pada Senin (12 Januari 2026), Dinas Sosial (Dinsos) OKI telah menyalurkan 120 paket bantuan logistik yang mencakup bahan kebutuhan pokok, selimut, tikar, perlengkapan mandi, dan kebutuhan harian lainnya.

Dinsos juga membuka penggalangan bantuan untuk mendukung warga terdampak.

Sektor Pertanian dan Pendidikan Terima Dampak Berat

Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTH) OKI mencatat sekitar 4.400 hektare sawah petani terendam banjir, tersebar di Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Air Sugihan, Pampangan, dan Jejawi.

Pelaksana Tugas Kepala DKPTH OKI, Alexsander, menjelaskan bahwa sebagian besar sawah di Lempuing dan Lempuing Jaya merupakan padi pola tanam IP 200 yang ditanam pada November–Desember, sedangkan di Kecamatan Air Sugihan, tanaman padi sudah memasuki masa panen.

“Untuk sawah yang terdampak, pemerintah akan menyalurkan bantuan benih dari Kementerian Pertanian dengan total luasan sekitar 578 hektare,” katanya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) OKI mencatat 18 sekolah di empat kecamatan terdampak banjir.

Untuk menjaga kelangsungan pembelajaran, Disdik OKI menerapkan kebijakan belajar daring.

Kepala Disdik OKI, M. Refly, menyampaikan, “Bagi sekolah-sekolah terdampak yang juga dijadikan posko evakuasi, sementara waktu diterapkan pembelajaran secara daring.”

Bupati Intruksikan OPD Siaga 24 Jam, Masyarakat Diminta Waspada

Bupati OKI, H. Muchendi, menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir, longsor, dan dampak hidrometeorologi lainnya akibat intensitas hujan yang tinggi.

“Saya minta seluruh OPD melakukan upaya menyeluruh terhadap sarana dan prasarana serta kebutuhan masyarakat yang terdampak. Dirikan posko, siagakan petugas, pastikan semua benar-benar siap digunakan dalam kondisi darurat,” tegas Muchendi.

Ia juga khususnya meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) OKI untuk memastikan layanan kesehatan berjalan optimal dengan kesiapan tenaga medis, obat-obatan, dan logistik medis yang siap 24 jam.

Warga Desa Tebing Suluh, Tri Handoko (43), mengakui bahwa wilayah sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Lempuing selalu menjadi zona rentan setiap kali terjadi hujan deras berdurasi panjang.

“Air dari hulu mengalir deras. Saat sungai tidak mampu menampung debit air, air langsung meluap ke rumah-rumah warga,” ujarnya.

BPBD OKI terus melakukan pemantauan wilayah terdampak dan menyiapkan langkah mitigasi.

Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di OKI diperkirakan masih tinggi dalam beberapa pekan ke depan.

Dengan langkah antisipasi yang matang dan kerja sama seluruh pihak, diharapkan dampak banjir dapat ditekan dan pemulihan kondisi masyarakat dapat berjalan dengan cepat. (*/Lisin)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.