Pemkab OKI Dorong Pencegahan Korupsi, Capai Nilai MCP 81.5 dan Jadi Tertinggi Kedua di Sumsel

oleh -1279 Dilihat
oleh
BUPATI OKI H. MUCHENDI MAHZAREKI, SE., M.SI. NYATAKAN KOMITMEN MEMBANGUN PEMERINTAHAN BERSIH Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki, SE., M.Si. saat menyampaikan pidato pada acara Puncak Hakordia di Ruang Rapat Bende Seguguk II Kantor Bupati OKI, Selasa (9/12/2025). Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan bahwa capaian nilai Monitoring Centre for Prevention (MCP) sebesar 81.5 bukan sekadar prestasi angka, melainkan bukti kerja sama kolaboratif untuk menjamin tata kelola pemerintahan berjalan transparan dan akuntabel, dengan target utama mewujudkan pemerintahan yang benar-benar bersih dan bebas dari praktik korupsi./Lisin, www.newsokegas.com
400x100
Spread the love
News Oke Gas (OKI) – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menunjukkan komitmen yang kuat dalam memperkuat sistem pencegahan korupsi, dengan mencatatkan capaian nilai Monitoring Centre for Prevention (MCP) sebesar 81.5 pada data terbaru per 5 Desember 2025.

Prestasi ini menempatkan OKI di peringkat 85 secara nasional dan menjadi yang tertinggi kedua di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), seiring dengan kelengkapan dokumen dan proses verifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kabupaten OKI.

banner 336x280

Angka capaian tersebut dihasilkan dari evaluasi delapan area intervensi MCP yang menjadi fokus perbaikan, yaitu Perencanaan, Anggaran, Pengadaan Barang/Jasa (PBJ), Pelayanan Publik (Yanblik), Manajemen Aparatur Sipil Negara (M-ASN), Manajemen Aset Daerah (BMD), Optimalisasi Pendapatan Daerah (OPD), dan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

Area dengan capaian terbaik diraih oleh sektor Perencanaan dengan nilai 95.1% dan OPD dengan 91.3%. Sementara itu, indikator APIP mencatatkan capaian 72.7%, dengan 82 dari 84 dokumen yang diperlukan telah berhasil diunggah ke sistem.

PESERTA PUNCAK HAKORDIA 2025 SERUHKAN SINERGI BERSAMA GUNA PERKUAT PENCEGAHAN KORUPSI DI OKI
Ribuan peserta dari berbagai elemen pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berfoto bersama pada acara Puncak Hakordia di Ruang Rapat Bende Seguguk II Kantor Bupati OKI, Selasa (9/12/2025). Acara yang menampilkan backdrop tema “Hakordia Hari Anti Korupsi Sedunia 2025” menjadi momentum untuk menguatkan komitmen bersama dalam meningkatkan capaian Monitoring Centre for Prevention (MCP) hingga 81.5, menjadikan OKI peringkat kedua tertinggi di Sumatera Selatan dan peringkat 85 secara nasional. Semua peserta menunjukkan komitmen melalui tanda tangan bersama untuk mendukung upaya membangun pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari korupsi./Lisin, www.newsokegas.com

“Nilai 81.5 bukan sekadar angka prestasi, melainkan bukti kerja sama kolaboratif untuk menjamin tata kelola pemerintahan berjalan transparan dan akuntabel. Kami tidak akan berhenti pada pencapaian ini; target utama adalah mewujudkan pemerintahan yang benar-benar bersih dan bebas dari praktik korupsi,” tegas Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, pada acara Puncak Hakordia di Ruang Rapat Bende Seguguk II Kantor Bupati OKI, Selasa (9/12/2025).

Untuk memperkuat transparansi dan partisipasi publik, Pemkab OKI juga mengaktifkan platform pengaduan masyarakat bernama ‘Lapor Bupati’.

“Platform ini dirancang sebagai sarana yang mudah diakses untuk mendorong keterbukaan dan memfasilitasi masyarakat dalam melaporkan dugaan penyimpangan atau masalah terkait pelayanan publik,” tambahnya.

Ketua Pelaksana Satgas Monitoring Centre for Spesific Prevention (MCSP) KPK Kabupaten OKI, Ir. Asmar Wijaya, menjelaskan bahwa upaya pencegahan korupsi di OKI difokuskan pada penguatan peran APIP melalui Inspektorat Daerah sebagai garda terdepan pengawasan internal.

“Penguatan APIP adalah kunci utama keberhasilan pencegahan korupsi. Dengan APIP yang kuat dan independen, pengawasan internal akan lebih efektif, sehingga deteksi dini terhadap potensi penyimpangan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat,” jelas Asmar.

Meskipun memberikan apresiasi atas capaian yang diraih, Asmar juga menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan pada area yang masih perlu optimalisasi, yaitu sektor Anggaran dengan capaian 77.1% dan BMD dengan 59.7%.

“Progres yang dicapai patut diapresiasi, namun kita harus terus fokus pada penyempurnaan sistem di sektor Anggaran dan Manajemen Aset Daerah agar seluruh aspek tata kelola mencapai standar maksimal. Komitmen politik dari Pemkab OKI akan menjadi penentu utama keberhasilan upaya pencegahan korupsi yang berkelanjutan,” tutupnya.

Dengan langkah-langkah yang terus diperkuat, Pemkab OKI berkomitmen untuk meningkatkan nilai MCP lebih lanjut dan menjadikan daerah ini sebagai contoh pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari korupsi – sesuai dengan harapan seluruh masyarakat OKI. (*/Lisin)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.