Banjir Melanda Air Sugihan OKI: Empat Pintu Air Rusak, Pemkab Siapkan Perbaikan Segera Bersama Perusahaan

oleh -111 Dilihat
oleh
Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki, SE., M.Si, melakukan pemeriksaan langsung kondisi pintu air yang menjadi salah satu faktor penyebab banjir di Kecamatan Air Sugihan. Didampingi oleh jajaran TNI, Polri, dan pejabat terkait, beliau meninjau kondisi infrastruktur air untuk segera mengambil langkah perbaikan dan menyusun solusi penanganan banjir jangka panjang.|Lisin, News Oke Gas
400x100
Spread the love

News Oke Gas (OKI) – Gelombang banjir menghantam Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, pada Jumat (16/1/2025), mengakibatkan ratusan rumah warga terendam dan beberapa ruas jalan poros mengalami kerusakan parah.

Bupati OKI H. Muchendi melakukan peninjauan langsung kondisi lapangan, didampingi oleh Dandim 0402 OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono, Wakapolres OKI Kompol Harsono, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

banner 336x280

Selain memantau kondisi masyarakat terdampak, pihak pemkab juga segera menyalurkan bantuan sembako untuk meringankan beban ekonomi warga yang rumahnya tergenang air.

Dari hasil pantauan lapangan, teridentifikasi dua faktor utama yang memperparah genangan: kemacetan pintu air dan pendangkalan sungai. Kepala Desa Banyu Biru, Susanto, menjelaskan penyebab utama terjadinya banjir.

Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki, SE., M.Si, melangkah melalui genangan air untuk memantau langsung kondisi masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Air Sugihan. Bersama jajaran TNI, Polri, dan pejabat terkait, beliau turun ke lapangan untuk mengevaluasi situasi dan memastikan bantuan serta penanganan yang tepat guna bagi warga terdampak.|Lisin, News Oke Gas

“Pintu air yang macet menghambat aliran debit air ke sungai. Kondisi ini diperparah dengan pendangkalan yang terjadi pada badan sungai di wilayah ini,” ucap Susanto.

Sementara itu, Kepala Desa Kertamukti, Fadly, menyampaikan bahwa genangan air mulai berangsur surut, meskipun fenomena banjir kerap terjadi akibat kombinasi curah hujan tinggi dan kenaikan permukaan air sungai, terutama saat masa pasang laut.

“Air di wilayah Air Sugihan naik secara perlahan. Apabila diperkuat dengan pasang laut, air langsung masuk ke kawasan permukiman warga,” jelas Fadly.

Setelah melakukan verifikasi langsung di lokasi, Bupati Muchendi mengumumkan bahwa perbaikan empat titik pintu air yang mengalami kerusakan akan segera dilaksanakan.

“Kita telah memverifikasi bersama tim teknis, terdapat empat titik pintu air yang membutuhkan perbaikan darurat. Jalur 27 dan 29 akan ditangani oleh PT Bumi Andalas Permai (BAP), sedangkan titik lainnya akan diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten,” ucap Muchendi, yang langsung mendapat sambutan tepuk tangan antusias dari warga hadir.

Selain perbaikan pintu air, Bupati juga menegaskan pentingnya program normalisasi kanal dan sungai sebagai solusi penanganan banjir jangka menengah dan panjang.

“Kita membutuhkan upaya normalisasi sungai secara menyeluruh. Kami akan melibatkan perusahaan yang beroperasi di daerah ini dan melaporkan kebutuhan tersebut ke Balai Besar Wilayah Sungai serta pihak terkait. Penanganan banjir harus dilakukan secara kolaboratif, tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” tegasnya.

Infrastruktur Jalan Terpengaruh, Rencana Rekonstruksi Pascabencana

Di sela-sela peninjauan banjir, Bupati juga mengecek perkembangan pembangunan jalan poros di Desa Kertamukti.

Jalan sepanjang 1,1 kilometer dengan konstruksi cor beton tersebut mendapat apresiasi tinggi dari warga.

“Sejak puluhan tahun tinggal di sini, baru kali ini jalannya mendapatkan perbaikan dengan cor beton,” ujar Waluyo, salah satu warga Desa Kertamukti.

Meskipun belum terhubung secara menyeluruh, jalan baru tersebut telah memberikan kemudahan signifikan bagi aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan ke pasar hingga mengantar anak-anak ke sekolah.

Di Desa Nusantara, Bupati juga meninjau kondisi Jalan Poros Nusantara–Bandar Jaya. Dari total panjang 8 kilometer, sekitar 4 kilometer dilaporkan rusak parah akibat terendam banjir dalam waktu lama.

“Kerusakan infrastruktur ini akan kami usulkan melalui dana Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pascabencana ke pemerintah pusat untuk segera diperbaiki,” kata Muchendi kepada Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin.

Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem hingga Bulan Februari

Menutup kunjungan lapangan, Bupati Muchendi mengingatkan seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

Ia merujuk data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan intensitas hujan masih berpotensi meningkat hingga bulan Februari mendatang.

“Meskipun air mulai surut, kita tidak boleh lengah. Saya menyerahkan pengawasan kondisi kesehatan warga kepada camat, kepala desa, dan tenaga kesehatan setempat. Selain itu, anak-anak harus diawasi agar tidak terkena bahaya listrik saat kondisi genangan masih ada,” pesannya.

Bupati berharap sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan masyarakat dapat meminimalkan dampak cuaca ekstrem yang terus melanda wilayah tersebut.

“Antisipasi dan mitigasi risiko harus dilakukan secara bersama-sama. Dengan semangat gotong royong, warga membantu warga, dan kita berdoa agar kondisi cuaca ekstrem ini segera kembali normal,” pungkasnya.

Dengan langkah-langkah konkret yang telah direncanakan, pihak pemkab berkomitmen untuk mengatasi masalah banjir dan memperkuat infrastruktur daerah, sesuai dengan harapan seluruh masyarakat OKI. (*/Lisin)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.